Metallic Text Generator at TextSpace.net

Selasa, 30 November 2010

10 Keajaiban Dunia Geologis Dunia

10 Keajaiban Dunia sudah tersebar dimana-mana dan hampir semua orang sudah mengetahuinya. Akan tetapi 12 tempat dibawah ini adalah merupakan keajaiban dunia yang merupakan suatu misteri. 

Mister-misteri baik bentuk, warna, dan penyebab nya masih menjadi tanda tanya besar para geologis di dunia ini.

1. The Wave. Antara Arizona State dan Utah - Amerika
Berada di perbatasan arizona dan utah, Amerika terbuat dari pasir yang berumur 190 juta tahun yang berubah menjadi batu.

2. Antelope Canyon, Arizona - Amerika
Antelope Canyon cukup terkenal dikalangan turis dan terletak di Navajo Land , dekat Page, Arizona di Amerika. 

3. Great Blue Hole di Belize 
Great Blue Hole berada di jarak 60 mil dari kota Belize. Great Blue Hole yang kalau diartikan secara harafiah dalam bahasa Indonesia berarti 'Lubang Biru Hebat' membentuk lingkaran yang mempunyai diameter 0.4 kilometer. Tempat ini merupakan tempat yang cocok untuk diving karena banyak sekali hewan-hewan laut didalamnya. dalamnya sekitar 480 kaki atau 145 meter. karena kedalamannya itulah warna nya jadi biru tua.

4. Crystal Cave of the Giants di Mexico 
Crystal Cave adalah gua yang berada di dalam pertambangan di Chihuahua Mexico. Keunikan nya mencerminkan keajabian dunia diaman warna dan bentuknya yang sangat bervariasi ditambah dengan warnanya yang emas dan silver.

5. Eye of the Sahara di Mauritania 
Diberi nama Eye of the Sahara karena bentuknya yang seperti sebuah bola mata dan masih merupakan sebuat misteri yang belum terpecahkan kenapa bentuknya seperti mata. Keajaiban ini berada di baratdaya Gurun Sahara dan mempunyai berdiameter 30 miles (sangat besar) sehingga dapat dilihat dengan jelas dari angkasa.

6. Blue Lake Cave di Brazil 
Tempat ini mempunyai sebutan populer  yaitu "Gruta do Lago Azul" (Blue Lake Cave) dan merupakan kejadian alam yang sungguh menakjubkan, sebuah danau berwarna biru berada di dalam gua di Brasil. Keajaiban gua ini sungguh luar biasa dan terbentuk secara alami dengan interior stalaktit, stalakmit yang makin memperindah danau biru itu. 

7. Giants Causeway di Irlandia
Pembentukannya adalah karena reaksi vulkanik pada saat gunung meletus. Bentuknya yang hampir semuanya berbentuk hexagonal dengan ketinggian sekitar 12 meter-an ini benar-benar menunjukkan sebuah keajaiban di dunia.

8. Hell Gate di Uzbekistan 
Benar-benar sebuah nama yang mengerikan, biasa disebutkan "the door to hell" yang berarti pintu ke neraka. Hell Gate terletak di dekat kota kecil, Darvaz. Hell Gate ditemukan 35 tahun yang lalu dimana tim geologis sedang menggali untuk mencari sumber gas. Akan tetapi yang mereka temukan adalah sebuah goa besar yang berapi. Goa ini tetap menyala karena terdapat kandungan gas yang tidak terkirakan dialam nya sehingga diperkirakan goa ini akan terus membakar gas selamanya.


9. Wave Rock di Australia 
Merupakan Batu yang terbentuk secara alami dengan sendirinya dan populer dengan nama  "Wave Rock" karena bentuknya menyerupai ombak. Tingginya bisa mencapai 15 meter dan panjangnya sampai 110 meter.

10. Chocolate Hills di Philippines 
Dari namanya bisa membuat orang-orang yang doyan coklat jadi ngiler. Luasnya mencapai 50 kilometer persegi dan terletak di Bohol, Filipina.


11. Danau 3 Warna di Indonesia
Danau tiga warna di puncak kawah Gunung Kelimutu, Indonesia. Pasti banyak orang Indonesia yang belum tau tempat ini dan pernah ke sana. Danau ini sungguh mempesona dengan keindahan dan misteri yang tersimpan di puncak gunung setinggi 1.690 meter di atas permukaan laut itu.

12. Danau Berwarna Pink di Australia
Danau ini berada di sebuah pulau di Australia Barat dan ditemukan oleh Matthew Flinders pada tahun 1802. Sampai sekarang sebab musabab air di danau tersebut berwarna pink masih merupakan suatu misteri.


http://www.melonproperty.com

READ MORE - 10 Keajaiban Dunia Geologis Dunia

Meski statusnya "Awas", Bromo tetap menarik bagi wisatawan

Oleh Alex Pangestu  | Senin, 29 November 2010 | alam

Meski statusnya "Awas", Bromo tetap menarik bagi wisatawan
Kompas/Heru Sri Kumoro
 
Aktivitas Gunung Bromo, yang bersatus Awas (level IV) dan belakangan meningkat, justru menarik wisatawan untuk menyaksikannya dari jarak dekat, dari Puncak Penanjakan, Pasuruan, Jawa Timur

Wisatawan memilih Puncak Penanjakan di Wonokitri, Pasuruan, karena lokasinya aman. Sementara, jalur Probolinggo yang melewati laut pasir, ditutup total dengan alasan keamanan.

Puncak Penanjakan merupakan lokasi tertinggi untuk menyaksikan panorama Gunung Bromo, dan jika tidak terhalang kabut Gunung Semeru bisa jadi latar belakang bagi Bromo.

Yunianto, salah seorang staf dari Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Peberantasan Penyakit Menular (BBTKL-PPM) Kementerian Kesehatan yang tengah melakukan pemantauan udara di sejumlah titik di sekitar Gunung Bromo mengatakan, kualitas udara di Puncak Penanjakan cukup aman bagi wisatawan."Berdasarkan hasil laboratorium, kualitas udara di Puncak Penanjakan masih di bawah batas ambang batas noimal," ucap Yunianto mengungkapkan.

Pasangan wisatawan asal Belanda, Heinz dan Ivone, sangat tertarik dengan keindahan panorama Gunung Bromo. Meski telah mengetahui bahwa Gunung Bromo belakangan ini meningkat aktivitasnya, mereka mengaku tidak takut.

Sukarji, seorang tokoh masyarakat Desa Sedaeng mengatakan, wisatawan tak perlu takut ke Bromo, lewat Pasuruan, karena masih aman dari dampak peningkatan aktivitas Gunung Bromo. Sukarji menyayangkan munculnya berita dan hiruk pikuk pejabat yang berlebihan. 

Ia berharap agar pemerintah segera berkonsentrasi meningkatkan infrastuktur industri pariwisata di Gunung Bromo, seperti memperbaiki jalan antara Dingklik-laut pasir (kaldera) sepanjang 4 kilometer. Jalan yang sudah rusak sekitar empat tahun itu selalu dilalui wisatawan yang datang dari arah Probolinggo maupun Pasuruan.

http://www.nationalgeographic.co.id
READ MORE -

Ikan Tanpa Mata Dari Papua



Ikan tanpa mata dari Papua


Ikan tak bermata ditemukan di sebuah gua di Papua dalam rangkaian ekspedisi penelitian gua, sungai bawah tanah dan hutan belantara.

Ikan tanpa mata itu merupakan sebuah spesies baru. Selain tanpa mata, ikan tersebut juga tidak berwarna karena tidak memiliki pigmen."Ikan ini, sepengetahuan kami, merupakan jenis ikan gua pertama yang ditemukan di wilayah Papua," kata Laurent Pauyaud ilmuwan dari tim peneliti melakukan ekspedisi. 

Tim peneliti berasal dari Institute Research and Development (IRD) asal Montpellier, Prancis. Ekspedisi tersebut dilakukan di wilayah Lengguru, bagian selatan wilayah leher burung Papua. "Ada banyak hal yang harus diselesaikan di daerah itu, daerah yang sangat sulit untuk diakses tetapi memiliki keragaman hayati yang mengagumkan," kata Pouyaud dilansir AFP, Jumat (26/11).

Para ilmuwan, yang terdiri dari biolog, paleontolog dan arkeolog, menelusuri wilayah penelitian tersebut selama tujuh minggu. Wilayah itu dikatakan merupakan labirin tanah kapur yang memungkinkan spesies yang tinggal terisolasi selama jutaan tahun.. 

Para arkeolog juga terpesona oleh temuan lukisan di dinding gua yang dibuat dari alat berbahan cangkang hewan. Temuan tersebut bisa menjadi bukti adanya migrasi orang-orang Asia ke Australia sekitar 40.000 tahun yang lalu. 

Penelitian ini merupakan langkah pertama dari sebuah proyek yang direncanakan akan mempelajari keragaman hayati di wilayah Indonesia. Riset tersebut merupakan kerja sama Kementerian Kelautan dan Perikanan dengan perguruan tinggi sains. 

Pouyaud mengatakan, keanekaragaman hayati di Papua sendiri saat ini terancam oleh rencana perluasan lahan perkebunan dan tambang.

http://nationalgeographic.co.id

READ MORE - Ikan Tanpa Mata Dari Papua

Minggu, 28 November 2010

Panas Magma

Panas magma bermanfaat bagi kehidupan bawah laut



Panas magma bermanfaat bagi kehidupan bawah laut

t
Peneliti menemukan bahwa magma dapat membantu kelangsungan hidup ekosistem laut. Sebab, magma dapat memompa sejumlah besar gas rumah kaca yang memerangkap panas di dalam lautan. Panas akan menghasilkan iklim yang berpeluang bagi ekosistem bawah laut sehingga potensial menjadi habitat spesies-spesies baru.

Pakar geofisika Woods Hole Oceanographic Institution di Massachusetts, Daniel Lizarralde menjelaskan, beberapa spesies memiliki keunikan beradaptasi pada suhu. "Jadi ini bisa jadi merupakan jenis ekosistem berbeda," katanya.

Melalui foto dan data seismik dari basin (cekungan lembah sungai) Guayma di Teluk California, ditemukan magma panas mengaliri lumpur di dasar laut hingga 48 kilometer, pada kedua sisi retakan sepanjang 55 kilometer.

Analisis memberi gambaran sebagai berikut. Aliran magma mempertahankan suhu air laut dan mencegah pengerasan batu karang. Batu karang yang mencair (molten rock) ini kemudian menghangatkan lumpur dasar laut, serta melepaskan gas karbondioksida dan metana. Gas metana ini pula lah yang mendukung kelangsungan hidup kelompok bakteri dan lain-lain.

Kemungkinan ada cukup banyak tempat seperti cekungan Guayma di seluruh dunia, antara lain Laut China Selatan, Laut Filiphina, Laut Merah, Laut Aegea, dan Lau Basin di Kepulauan Tonga (sebelah Barat Daya Pasifik).

"Relatif secara keseluruhan, cekungan-cekungan itu mungkin meluas sampai ribuan mil dan melepaskan karbon ribuan kali lebih banyak dari yang kita temukan di Guayma," terang Lizarralde.

http://www.nationalgeographic.co.id
READ MORE - Panas Magma

Katak "Kang Polong"

Ada katak seukuran kacang polong di Kalimantan



Ada katak seukuran kacang polong di Kalimantan
Katak seukuran kacang polong ditemukan di Pulau Kalimantan, tepatnya di Kubah National Park, Serawak, Malaysia. Katak itu diberi nama Microhyla nepenthicola.

Awalnya, para ilmuwan mengira kalau katak itu merupakan anak katak. Panjang katak tersebut hanya 10 sampai 13 milimeter. Tapi, setelah diteliti lebih lanjut, katak mini itu merupakan katak dewasa dari sebuah spesies baru. Demikian penjelasan dari Indraneil Das dari Universiti Malaysia Sarawak. Karena ukurannya yang kecil, para ilmuwan mengaku butuh usaha untuk menemukan katak ini.

Katak yang merupakan salah satu katak terkecil di dunia itu dilacak melalui suaranya. Senja hari, sekelompok katak berkumpul di sekitar tanaman tempat mereka bertelur. Mereka mulai bernyanyi dengan suara parau. Nyanyian itu bisa berlangsung sejak senja hingga menjelang malam.

Amfibi ini bertelur di tanaman bernama Nepenthes ampullaria--dari nama tanaman ini pula nama katak diambil. Tanaman itu berbentuk seperti kendi. Setelah telur menetas, berudu berenang di dalam air yang tersimpan di dalam tanaman kendi itu.

Amfibi merupakan grup hewan yang paling terancam punah--sepertiga amfibi di ambang kepunahan. Padahal, amfibi penting bagi kehidupan manusia karena mereka mengurangi jumlah serangga yang bisa membawa penyakit serta menjaga kebersihan air. "Amfibi sangat sensitif terhadap perubahan. Semoga penemuan ini bisa membuat kita memahami perubahan lingkungan di dunia," kata Robin Moore dari Conservation International.

http://nationalgeographic.co.id
READ MORE - Katak "Kang Polong"

Penemuan Monyet

Monyet baru ditemukan di Amazon, Kolombia


Monyet baru ditemukan di Amazon, Kolombia

Sebuah ekspedisi ilmiah ke Amazon, Kolombia, berhasil mengungkapkan keberadaan sebuah spesies baru monyet. Monyet seukuran kucing itu merupakan bagian dari monyet titi (Callicebus caquetensis). Saat ini, spesies monyet titi terancam punah karena hilangnya habitat serta populasinya yang sangat sedikit. Fakta tersebut diungkapkan pada saat pengumuman penemuan spesies ini kemarin, Kamis (12/8), oleh sebuah organisasi nirlaba Conservation International.

C. caquetensis memiliki rambut cokelat keabu-abuan, tapi tidak memiliki sejumput rambut abu-abu di kening seperti Callicebus pada umumnya. C. caquetensis berjenggot merah di sekitar kedua pipi. Ekornya yang panjang dihiasi rambut abu-abu.C.caqutensis  berpasangan secara monogami. Sepasang spesies ini sangat sering ditemui sedang berduaan menjalin ekor di atas cabang pohon. Umumnya, mereka punya keturunan setahun sekali. Berdasarkan informasi dari spesies terdekat, setiap kali pasangan C. caquetensis  punya bayi baru, anak yang lebih tua akan didorong untuk hidup mandiri agar mereka bisa konsentrasi mengurus si bayi. Keluarga spesies ini hidup dalam kelompok berjumlah 4 individu di pepohonon sekitar Sungai Caqueta.

"Penemuan ini sangat menggairahkan," kata Thomas Defler, salah seorang ilmuwan yang tergabung dalam ekspedisi. "Kami sudah sejak lama mendengar adanya hewan ini, tapi sejak lama pula kami tidak bisa memastikan kalau spesies ini berbeda dari spesies titi lainnya. Sekarang kami tahu kalau monyet ini merupakan spesies unik dan menunjukkan kalau masih banyak keragamanan yang bisa ditemukan di Amazon."

Rumor tentang adanya spesies primata yang belum ditemukan di perbatasan antara Ekuador dan Peru sudah beredar sejak 30 tahun yang lalu. Akan tetapi, konflik akibat pemberontakan membuat daerah tersebut terisolasi dan sulit untuk dieksplorasi. Baru pada tahun 2008, sekelompok ilmuwan berhasil menjelajah. Mereka adalah Thomas Defler dan Marta Bueno, serta seorang siswa National University of Colombia bernama Javier García.

Diperkirakan jumlah monyet titi saat ini tak lebih dari 250 ekor--jumlah populasi yang sehat adalah ribuan. Kecilnya jumlah monyet titi ini dikibatkan tergerusnya hutan akibat penebangan untuk pembukaan lahan.

"Penemuan ini sangat penting, selain karena mengingatkan kita akan keanekaragaman hayati di bumi, juga menyadarkan kita perlunya menjaga kelestarian keanekaragaman tersebut," kata José Vicente Rodríguez kepala ilmuwan dari Conservation International Kolombia yang juga Presiden Colombia Association of Zoology.

http://nationalgeographic.co.id
READ MORE - Penemuan Monyet

Gunung Sinabung Meletus Lagi



Gunung Sinabung meletus lagi
Gunung Sinabung di Kabupaten Karo Sumatera Utara meletus lagi pada Senin (30/8) pada pukul 6.15. Letusan yang mengeluarkan debu setinggi 2 kilometer itu membuat masyarakat sekitar mengungsi. Letusan ini lebih besar daripada letusan pertama yang terjadi pada Minggu dini hari.

Reuters melaporkan sebanyak 21 ribu orang yang tinggal di daerah pertanian Gunung Sinabung mengungsi ke kota-kota sekitar--kebanyakan mengungsi ke Medan yang berjarak sekitar 50 kilometer dari Sinabung. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi menganggap pengungsian itu terlalu berlebihan. "Masyarakat cukup mengungsi dengan radius 6 kilometer. Tapi, masih banyak orang yang belum mengerti sehingga mengakibatkan kepanikan," kata Surono, Ketua Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi.

Surono mengatakan tidak mungkin memprediksi kapan erupsi ini selesai. Tapi ia memprediksikan kalau debu tidak akan mengganggu negara tetangga, seperti Singapura dan Malaysia.

Debu hasil letusan sudah setebal 3 milimeter pada dedaunan. "Debu itu jelas bisa mengganggu pernapasan. Tapi sepanjang saya meneliti gunung berapi, saya belum pernah menemukan orang yang meninggal karena menghirup debu vulkanik," jelas Surono kepada Reuters. Saat ini, Surono dan timnya terus memantau aktivitas Gunung Sinabung pada jarak 3,5 kilometer.

Penerbangan maskapai utama ke daerah Sinabung tidak terganggu. "Meskipun ada penundaan terhadap penerbangan antara Medan dan Sibolga," kata Andang Santoso, juru bicara PT Angkasa Pura II.

http://nationalgeographic.co.id
READ MORE - Gunung Sinabung Meletus Lagi

Awan Petruk

Apa sebetulnya "awan petruk"?



Fenomena "awan petruk", yang terjadi pada 25 Oktober di dekat Merapi sebelum letusan besar, dapat dilihat dari Magelang, Jawa Tengah.Masyarakat lalu menghubung-hubungkan awan itu dengan letusan Merapi sehari kemudian.

Menurut peneliti gunung api dari Badan Geologi Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral, Igan Sutawijaya, awan itu sebetulnya asap akibat erupsi vertikal Merapi. Asap itu membawa gas solfatara berikut abu-abu vulkanik. Asap ini mirip dengan wedhus gembel hanya saja gerakannya membubung tinggi ke angkasa. "Angin dan awan mungkin saja membentuknya menjadi formasi itu," kata Igan yang dihubungi lewat telepon pada Senin (8/10). Igan juga menambahkan kalau dari daerah selain Magelang, awan itu bisa saja tampak berbeda.

Igan juga menegaskan kalau asap seperti ini sudah biasa dikeluarkan gunung api. Asapnya bisa saja berhubungan dengan erupsi, tapi bentuknya tidak menentukan kejadian erupsi, jelasnya.

"Awan petruk" yang diambil gambarnya oleh Suswanto, warga Srumbuung, Magelang, pada 25 Oktober selepas subuh, memperoleh nama dari satu tokoh punakawan dalam pewayangan Jawa. Tokoh wayang bernama Petruk itu dapat dikenali dengan hidungnya yang panjang.

Ketika muncul awan yang penampakannya mirip Petruk, banyak penafsiran yang muncul. Sastrawan Jawa modern Suwardi Endraswara berkata kepada Detikcom kalau ada tafsiran yang menyebutkan kalau kemunculan awan petruk yang mengarah ke selatan berarti "meninggalkan". "Artinya bisa meninggalkan hal-hal jelek agar tidak dihukum Tuhan atau meninggalkan Merapi karena berbahaya," jelas Suwardi.

Ponimin, yang disebut-sebut pengganti Mbah Maridjan sebagai juru kunci Merapi, menyatakan bahwa sosok mirip Petruk itu merupakan salah satu penunggu Merapi. Menurutnya, seperti ditulis Detikcom, hidung Petruk yang menghadap Yogyakarta mengandung arti Merapi mengincar Yogyakarta.

http://www.nationalgeographic.co.id
READ MORE - Awan Petruk

Tsunami

Lima tsunami paling mematikan



Lima tsunami paling mematikan

Banyak tsunami yang telah terjadi sepanjang sejarah manusia. Beberapa di antaranya adalah yang terjadi di Indonesia, seperti tsunami yang menghantam wilayah Mentawai pada hari Senin (25/10/2010) lalu dan tsunami Aceh pada tahun 2004 lalu.

Sejarah mencatat bahwa bencana yang terjadi akibat aktivitas geologi itu hampir selalu merenggut banyak nyawa. Berikut ini adalah catatan sejarah tentang lima tsunami yang paling mematikan.

1. Tsunami Aceh
Tsunami ini terjadi pada tanggal 26 Desember 2004 akibat gempa berkekuatan 9,1 hingga 9,3 skala Richter. Gelombang tsunami menyapu beberapa wilayah di Aceh, India, Sri Lanka, Thailand, Maladewa, dan wilayah Afrika Timur.

Sejumlah 226.000 jiwa tewas akibat tsunami ini dengan 166.000 jiwanya merupakan warga negara Indonesia. Gempa penyebab tsunami ini merupakan gempa terbesar keempat yang terjadi dalam sejarah, sedangkan tsunaminya merupakan tsunami yang terbesar. Jumlah orang yang meninggal mencapai 226.000 jiwa dengan 166.000 jiwanya merupakan orang Indonesia.

2. Tsunami di masa Yunani Kuno
Tsunami di masa Yunani Kuno ini diketahui merupakan tsunami pertama yang terekam sepanjang sejarah. Sebab, tsunaminya adalah meletusnya gunung yang berada di dekat Pulau Thera atau Santorini. Jumlah orang yang tewas dalam tsunami ini tidak diketahui dengan pasti, tetapi ditaksir mencapai lebih dari 100.000 orang.

Gelombang tsunami diperkirakan mencapai 15 meter. Sementara itu, tsunami yang terjadi pada tahun 1500 SM ini diperkirakan menjadi sebab runtuhnya peradaban Minoa, salah satu peradaban yang berkembang kala itu.

3. Tsunami di Portugal, Spanyol, dan Maroko
Tsunami ini terjadi akibat gempa berpusat di dasar perairan Atlantik pada tahun 1755. Gelombang tsunami menghantam kota-kota di Portugal, Spanyol, dan Maroko dengan kerusakan terparah terjadi di wilayah kota Lisbon. Tinggi gelombang tsunami memang tak melebihi Tsunami Krakatau, tetapi jumlah orang yang tewas jauh lebih banyak, sebanyak 60.000 orang.

4. Tsunami Laut China Selatan
Tsunami ini terjadi pada tahun 1782 di wilayah Laut China Selatan yang berdekatan dengan Taiwan. Sebab, tsunami adalah gempa tektonik yang terjadi di dasar lautan. Tidak jelas pusat gempa dan kekuatannya, tetapi sebanyak 40.000 orang tewas karenanya. Berdasarkan katalog tsunami yang dipublikasikan Rusia, gelombang tsunami menerjang daratan hingga sejauh 120 kilometer.

5. Tsunami akibat letusan Gunung Krakatau di Selat Sunda
Tsunami ini terjadi pada tahun 1883 dan membunuh sekitar 36.000 orang. Gelombang tsunami yang ditimbulkan oleh letusan mencapai tinggi 40 meter dan menyapu setidaknya 165 desa di wilayah Jawa dan Sumatera. Letusan Krakataunya sendiri merupakan letusan gunung api yang terbesar dalam sejarah, menimbulkan suara yang begitu keras dan abu vulkanik yang bahkan tersebar hingga ke Australia.

htpp://www.nationalgeographic.co.id
READ MORE - Tsunami

Sisik Sang Predator

Sisik, rahasia kecepatan sang predator



Sisik, rahasia kecepatan sang predator


Sisik yang menyelimuti tubuh membuat hiu menjadi pemburu yang hebat. Demikian hasil sebuah penelitian yang baru-baru ini dilaporkan.

Tubuh hiu diselubungi oleh sisik fleksibel yang nyaris tak kasat mata. Sisik itu memiliki materi yang sama dengan materi pembuat gigi hiu. "Fungsi sisik adalah sebagai 'baju baja' sekaligus membantu membuat hiu bergerak melesat," jelas Amy Lang, insinyur aerospace dari University of Alabama.

Penelitian sebelumnya mendapati kalau hiu bisa menggerakkan sisiknya untuk mengubah arah secara mendadak pada saat bergerak dengan kecepatan tinggi. Penelitian kali ini mendapati kalau hiu tidak menggerakkan sisiknya sendiri. Sisik hiu itu tidak menempel langsung pada tubuh, tapi dihubungkan dengan otot yang seperti karet. Sisik hiu bergerak karena gerakan air di sekitar sisik, membuat tubuh hiu semakin aerodinamis.

Lang meneliti hiu bersama para ahli biologi. Spesies hiu yang ditelitinya adalah Isurus oxyrhincus, salah satu hiu paling cepat dan kuat di laut. Spesies ini bahkan bisa melompat setinggi 12 meter dari permukaan air.

Berdasarkan penelitian di lab menggunakan komputer, tim mendapati sisik hiu bervariasi dalam bentuk, ukuran, dan fleksibilitas. Sisik di belakang insang, misalnya, memiliki bentuk yang paling runcin dan paling mudah bergerak. "Sisik di situ bisa bergerak pada sudut 60 derajat bahkan lebih," kata Lang. Sisi inilah yang teraliri arus air pada saat hiu bergerak.

"Evolusi kecepatan dan kekuatan hiu yang sudah 400 juta tahun lebih itu bisa jadi inspirasi bagi para desainer mesin-mesin bergerak, seperti pesawat," ujar Lang.

htttp://www.nationalgeographic.co.id.
READ MORE - Sisik Sang Predator

Warna-warni Laut Jepang

Warna-warni Laut Jepang
gallery



Perairan di lepas pantai bervariasi mulai dari dingin, sedang, hingga tropis. Kehidupan lautnya pun sama luar biasanya.

Cahaya matahari menyeruak di antara retakan di permukaan es. Potongan es yang tebal memancarkan cahaya hijau zamrud mencerminkan warna ganggang. Sejumlah penghuni wilayah dingin ini pun mulai bermunculan: siput air berwarna biru yang tembus pandang, ikan merah muda dengan ekor seperti kipas seorang geisha, seekor ikan lumpsucker oranye terang yang tampak seakan-akan baru meloncat keluar dari film kartun Pokémon.




SELENGKAPNYA »
 
http://www.nationalgeografi.co.id
READ MORE - Warna-warni Laut Jepang

Jumat, 26 November 2010

Menggali misteri Aztec

gallery

Menggali Misteri Aztec


Penggalian sebuah piramida keramat menguak misteri upacara ritual kerajaan yang bersimbah darah--namun, sejauh ini tidak ada petunjuk tentang sang raja yang sangat ditakuti.

Di tepi plaza Zocalo yang terkenal di Mexico City, di samping reruntuhan piramida keramat Aztec yang dikenal sebagai Templo Mayor, ditemukan sisa-sisa seekor binatang--mungkin anjing atau serigala. Binatang itu sudah mati 500 tahun yang lalu dan berada dalam sebuah lubang yang dindingnya dilapisi batu sedalam dua setengah meter. Mungkin sekali binatang itu tak bernama, dan tidak ada pemiliknya. Namun, anjing tak bernama itu tampak jelas memiliki arti bagi seseorang. Lehernya dikalungi manik-manik zamrud, sementara di telinganya terdapat sumbat berwarna hijau-biru. Dari mata kakinya bergelantungan gelang berhiaskan lonceng kecil-kecil yang terbuat dari emas murni.


SELENGKAPNYA »
 
http://nationalgeographic.co.id
READ MORE - Menggali misteri Aztec

Kamis, 25 November 2010

Cacing cumi misterius dari sulawesi

Cacing cumi misterius dari Sulawesi

Cacing cumi misterius dari Sulawesi
Larry Madin/Woods Hole Oceanographic Institution
 
Para ilmuwan baru-baru ini menemukan makhluk misterius di kedalaman perairan antara Sulawesi dan Filipina. Makhluk tersebut memiliki tubuh sepanjang 9,4 sentimeter dan menyerupai cacing dan cumi-cumi sehingga para ilmuwan menamainya squidworm atau cacing cumi.

Cacing cumi itu memiliki sepuluh tentakel yang panjang, menyeruak dari kepalanya. Selain itu, ia juga memiliki enam organ yang disebut nuchal yang memungkinkannya untuk mengecap rasa dan membaui sesuatu di dalam air. 

Makhluk misterius itu ditemukan oleh tiga ahli biologi laut yang dipimpin oleh Karen Osborn dari Scripps Institution of Oceanography in California, pada saat melakukan penjelajahan di Laut Sulawesi pada kedalaman 2,8 kilometer. Observasi mereka menggunakan kapal penjelajah yang dikendalikan dari jarak jauh. "Hewan ini sangat menggoda sebab sangat berbeda dengan ciri-ciri hewan yang telah dideskripsikan sebelumnya," ungkap Osborn dengan antusias.

Cacing cumi yang ditemukan oleh ilmuwan tersebut hidup pada kedalaman 100-200 meter di atas dasar laut. Rentang kedalaman itu diketahui merupakan wilayah yang kaya akan spesies yang belum teridentifikasi.

Cacing cumi yang baru ditemukan itu diberi nama ilmiah Teuthidodrilus samae. Spesies tersebut dikatakan bukan merupakan predator. Mereka memakan campuran tumbuhan dan hewan mikro laut yang tenggelam di kedalaman. 

Laut Sulawesi tempat spesies ini ditemukan merupakan wilayah yang terisolasi dari perairan di sekitarnya. Selain itu, kawasan tersebut termasuk dalam kawasan konservasi yang memiliki beranekaragam bentuk kehidupan dan sejarah geologi yang unik. "Ketika saya mengeksplorasi wilayah tersebut, saya memperkirakan ada lebih dari setengah jumlah hewan yang kita lihat merupakan spesies yang belum teridentifikasi," lanjut Osborn.

Karena sifat-sifat cacing cumi tersebut sangat berbeda dari bentuk kehidupan yang lain, para ilmuwan tidak hanya menggolongkannya sebagai  spesies baru, tetapi juga genus baru--tingkatan taksonomi di atas spesies. Hasil penelitian ini dipublikasikan di jurnal Biology Letters baru-baru ini.
 
http://nationalgeographic.co.id
READ MORE - Cacing cumi misterius dari sulawesi

Andromeda Terbentuk Karena Benturan Dua Galaksi Kecil



Andromeda terbentuk karena benturan dua galaksi kecil


Sekelompok ilmuwan berhasil melakukan simulasi yang menunjukkan bahwa galaksi Andromeda terbentuk dari benturan antara dua galaksi kecil.

Menggunakan komputer dengan kemampuan tinggi di Observatorium Astronomi Nasional China dan Observatorium Paris, tim peneliti internasional melakukan simulasi tentang bagaimana Andromeda berkembang dari waktu ke waktu. Dengan simulasi ini, peneliti menggunakan delapan juta partikel sehingga mampu memproduksi sebagian besar properti Andromeda, seperi bintang, cincin gas, dan debu. Hasilnya, dua galaksi kecil diperkirakan bertabrakan sekitar sembilan miliar tahun lalu dan kemudian membentuk Andromeda seperti saat ini.

Selama ini, banyak ilmuwan yakin Andromeda terbentuk karena sebuah benturan antara dua galaksi kecil. Sayangnya, mereka belum bisa memastikan teori ini. “Banyak astronom berpikir galaksi Andromeda merupakan hasi dari gabungan. Namun, pemikiran ini tidak pernah diuji coba dan ditentukan waktunya,” kata Francois Hammer, ketua penulis jurnal, Astrophysical Journal, yang mempublikasi simulasi tersebut.

Hammer mengatakan penelitian ini juga bisa memberi pemahaman terhadap formasi galaksi kita sendiri. “Tidak berarti Bimasakti tidak dapat terbentuk dengan cara yang sama. Mungkin saja. Tapi, mungkin terjadi jauh lebih awal,” tutur Hammer.

Andromeda adalah galaksi berbentuk spiral yang paling dekat dengan Bimasakti. Galaksi Andromeda terletak di langit utara. Namanya diambil dari rasi bintang Andromeda yang terletak di tempat galaksi ini terlihat dari bumi.

Galaksi Andromeda bisa dilihat dari bumi dengan mata telanjang dan akan tampak seperti kabut tipis di langit utara. Jika diamati dengan teropong, akan tampak bintang-bintang redup di tepiannya. Galaksi Andromeda dan Bimasakti bersama Galaksi Triangulum, dan 30 galaksi kecil lainnya tergabung dalam sekumpulan galaksi yang dikenal dengan Local Group Galaxies.

Berjarak 2,5 tahun cahaya dari rasi bintangnya, Galaksi Andromeda mendekati Bimasakti dengan kecepatan sekitar 100 km per detik. Sehingga, ilmuwan memperkirakan Galaksi Andromeda dan Bimasakti akan bertabrakan sekitar 4,5 miliar tahun lagi.

Dampak benturan ini kemungkinan akan membentuk galaksi eliptik raksasa. Namun belum diketahui bagaimana nasib bumi dan sistem tata surya kita jika terjadi benturan ini. Ada kemungkinan sistem tata surya dikeluarkan dari Bimasakti atau bergabung dengan Andromeda.

http://www.nationalgeographic.blogspot.com
READ MORE - Andromeda Terbentuk Karena Benturan Dua Galaksi Kecil